Cari Blog Ini

Jumat, 09 April 2010

jalan alternatif menuju puncak - bogor

Berawal dari rasa suntuk yang datang di hari libur ingin rasanya penulis pergi keluar rumah untuk refreshing demi menghilangkan rasa suntuk ini, teringatlah ucapan dari teman kantor yang berdomisili di daerah cileungsi yang mengatakan ada jalur alternatif yang menuju puncak yaitu melalui jalur jonggol yang nantinya tembus di daerah cipanas. persiapan perjalanan pun dimulai mulai cek kondisi ban sampai oli motor berikut kelengkapan safety riding
perjalanan dimulai dari karawaci menuju jakarta melalui jalur bintaro yang nantinya akan melewati TB.Simatupang menuju pasar rebo kondisi cuaca yang sangat cerah membuat suhu jakarta panas di tambah panas yang keluar dari mesin kendaraan bermotor yang saat itu cukup padat, di daerah cilandak sejenak melepas lelah sekaligus mengisi bahan bakar, perjalanan di lanjutkan menuju cibubur dan cileungsi hampir tidak ada hambatan yang berarti, melewati cileungsi ke arah jonggol baru lah ada sedikit rintangan yaitu jalan yang rusak tapi untung nya tidak luas ban masih bisa dilewati oleh kendaraan sekelas mobil sedan, sempat terlihat oleh penulis pada waktu melewati taman buah mekar sari ada sekumpulan anak-anak memasuki taman rekreasi itu dengan cara ilegal yaitu dengan memanjat pagar besi taman mekarsari, penulis pun sampai di daerah jonggol, begitu sampai di jalur cabang yang kiri menuju cariu dan kanan kota jonggol, teringat pesan teman penulis yang memberitahu jalur ini yaitu harus melewati pusat kota jonggol dahulu, motor pun diarahkan masuk jalur yang kearah kota jonggol, sesampai nya disana menurut pandangan penulis kota jonggol tidak lebih dari sebuah ruko dan pasar, sesampai nya disana penulis mengambil arah ke sukaresmi, jalur sukaresmi lumayan baik meski tidak semulus jalan di ibukota, satu hal yang penulis kawatirkan waktu itu adalah jarak tempuh dan medan jalan yang sama sekali penulis tidak ketahui, untuk jaga-jaga maka penulis mengisi bensin untuk memenuhi tangki bensin di eceran, perjalanan pun dilakukan dengan menjaga kecepatan yang sedang karena buta akan medan jalan, tidak menunggu waktu lama udara yang sejuk dan menyegarkan langsung dapat dirasakan padahal jarak yang di tempuh dari kota jonggol belum jauh tapi karena sekeliling terdapat banyak pohon dan tidak banyak kendaraan menimbulkan sensasi yang menyenangkan, jalan pun terus menanjak dan banyak tikungan yang di tambah dengan pemandangan sawah yang luas. kondisi jalan yang kecil berkelok kelok mengingatkan penulis akan jalur cikidang ( pel.ratu ) dan jalur cijapati ( garut ) hal ini sangat menyenangkan karena mengeluarkan adrenalin untuk terus melahap setiap tikungan dengan kecepatan yang penulis sanggup, sangat luar biasa rasanya bisa melibas setiap tikungan gunung seperti melibas tikungan di sirkuit balap, sensasi nya pun berbeda dengan pada waktu penulis berlatih di sentul.

perjalanan pun makin tambah mengasikan karena jalur yang dilewati terdapat 3 curug ( air terjun ) tapi sayang penulis hanya melihat 2 dari 3 yang diberitahu oleh teman, penulis pun sampai di hutan pinus yang ternyata selain kondisi udara yang dingin dan segar juga ternyata daerah itu di jadikan semacam tempat kumpul oleh muda-mudi, banyak warung tenda dadakan yang hanya menjajakan minuman dan mie instan secara kondisi tempat memang cocok untuk tempat berkumpul udara yang sejuk dan segar khas hutan pohon pinus dan jalan yang bagus, tapi penulis tidak berhenti di sana karena target penulis masih jauh.

Perjalanan dilanjutkan ke arah ciseureh mulai disinilah tantangan perjalanan timbul terdapat beberapa titik jalan yang terkena longsor sehingga tanah merah menutupi jalan dan sebagian jalan ternyata belum di aspal sehingga kalau turun hujan kendaraan pasti akan mengalami kesulitan melewati jalur ini yang kurang lebih 1 km panjangnya.Akhirnya tiba juga di perkebunan teh yang berada di daerah loji disinilah penulis akhirnya yakin kalo penulis sudah akan sampai di cipanas , tidak jauh dari perkebunan teh terlihat kota bunga cipanas dan penulis untuk istirahat melepas lelah di rindu alam - puncak.


Tidak ada komentar: